Wednesday, January 15, 2020

TUGAS KEPEMIMPINAN



JUDUL ARTIKEL
: Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Puskesmas Terhadap Kinerja  Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Peureulak Barat
NAMA JURNAL
: Jurnal ilmiah penelitian kesehatan
PENELITI
: Usman, Muhammad Badiran , Iman Muhammad
TAHUN PUBLIKASI
: Tahun  2020

1.      Rosita Yuniar (1705015249)
2.      Reyhan Fikhra Abieza (1705015233)













1.         Latar belakang
Kesehatan mempunyai peranan besar dalam meningkatkan derajat hidup masyarakat. Karena itu semua Negara berupaya menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya. Pelayanan kesehatan ini berarti setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan mengobati penyakit, serta memulihkan kesehatan perseorangan, kelompok ataupun masyarakat. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dalam suatu rumah sakit sendiri dibutuhkan seorang pemimpin untuk mengatur segala yang akan ingin dicapai.
Pemimpin dan kepemimpinan merupakan seni dan keterampilan seseorang dalam memanfaatkan seseorang dalam memanfaatkan kekuasaannya untuk memengaruhi orang lain, agar melaksanakan aktivitas tertentu yang diarahkan pada tujuan yang telah ditetapkan. Dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi tertentu, seseorang pemimpin harus melakukan upaya perubahan karakter. Berdasarkan hasil pengamatan yang seksama, terdapat sembilan kualitas kunci dalam diri seorang pemimpin yang sukses meningkatkan motivasi pekerja, tentunya tanpa mengenyampingkan faktor budaya, yakni: gairah, ketegasan, keyakinan, integritas, adaptasi, ketangguhan emosional, resonansi emosional, pengenalan diri dan kerendahan hati (Affif, 2013). Dalam pencapaian tujuan perusahaan banyak unsur-unsur yang menjadi hal penting dalam pemenuhannya, diantaranya adalah unsur kepemimpinan atau pemimpin. Kinerja karyawan yang tinggi sangatlah diharapkan oleh sebuah organisasi atau instansi. Semakin banyak karyawan yang mempunyai kinerja tinggi, maka produktivitas instansi secara keseluruhan akan meningkat sehingga organisasi atau instansi akan dapat bertahan dalam persaingan global.


2.         Tujuan
Tujuan dari penelitian artikel tersebut yaitu untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala puskesmas terhadap kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Peureulak Barat. Dikarenakan Berdasarkan survei awal yang dilakukan, terlihat bahwa gaya yang digunakan para pemimpin adalah interaksi pemimpin dengan bawahannya, namun gaya tersebut tidak digunakan dengan baik sehingga terlihat pada 10 tenaga kesehatan Puskesmas Peureulak Barat, 6 tenaga kesehatan diantaranya memiliki kinerja yang rendah, hal ini terlihat dari tenaga kesehatan ada sering absen kerja, kerja yang setengah hati, pulang kerja tidak sesuai dengan jadwal yang ditentukan dan ada beberapa tenaga kesehatan yang bermalas-malasan dalam bekerja.

3.         Hasil dan Pembahasan
Hasil dari penelitian yaitu Variabel gaya kepemimpinan transaksional memiliki nilai sig-p 0,016 < 0,05 artinya gaya kepemimpinan transaksional memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur tahun 2018. Selanjutnya dari hasil nilai Odds Ratio (OR) variabel gaya kepemimpinan transaksional memiliki nilai OR 9,839 maka gaya kepemimpinan transaksional yang baik, memiliki pengaruh terhadap kinerja tenaga kesehatan sebanyak 9,839 kali lipat di bandingkan gaya kepemimpinan transaksional yang kurang. Hal tersebut menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transaksional bepengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Kepemimpinan transaksional merupakan model gaya kepemimpinan dengan cara memusatkan pada pencapaian tujuan atau sasaran, namun tidak berupaya mengembangkan tanggung jawab dan wewenang bawahan demi kemajuan bawahan (Hartanto, 2014).  
Menurut beberapa jawaban dari hasil wawancara didapatkan hasil bahwa gaya kepemimpinan transaksional merupakan gaya kepemimpinan yang memiliki pengaruh terhadap kinerja tenaga kesehatan. Hal ini dikarenakan pemimpin transaksional memperkenalkan apa yang diinginkan bawahan dari pekerjaannya dan mencoba memikirkan apa yang akan bawahan peroleh jika hasil kerjanya sesuai dengan transaksi. Pemimpin menjanjikan imbalan bagi usaha yang dicapai, dan pemimpin tanggap terhadap minat pribadi bawahan bila ia merasa puas dengan kinerjanya, dengan kata lain gaya Gaya kepemimpinan transformasional menjadikan para pengikut merasakan kepercayaan, kekaguman, kesetiaan dan penghormatan terhadap pemimpin dan mereka termotivasi untuk melakukan lebih daripada yang semula diharapkan dari mereka (Muttaqin, 2016).
Gaya kepemimpinan transformasional dan pengembangan SDM merupakan suatu hal yang tidak dapat diabaikan untuk memaksimalkan kinerja perawat. Penggunaan gaya kemimpinan yang tepat akan membuat organisasi semakin membuat bergairah. Adanya pimpinan yang menginspirasi bawahan dan memotivasi akan meningkatkan kinerja perawat.

4.         Kesimpulan dan Saran Kesimpulan

Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh gaya kepemimpinan, transaksional, transformasional dan situasional dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur tahun 2018.
Adapun saran untuk hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kualitas kepemimpinan yang maksimal untuk meningkatkan kualitas kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil suatu kebijakan lebih lanjut.

No comments:

Post a Comment