JUDUL
ARTIKEL
|
: Pengaruh
Gaya Kepemimpinan Kepala Puskesmas Terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Peureulak
Barat
|
NAMA
JURNAL
|
: Jurnal
ilmiah penelitian kesehatan
|
PENELITI
|
: Usman,
Muhammad Badiran , Iman Muhammad
|
TAHUN
PUBLIKASI
|
: Tahun
2020
1.
Rosita
Yuniar (1705015249)
2.
Reyhan
Fikhra Abieza (1705015233)
|
1.
Latar
belakang
Kesehatan
mempunyai peranan besar dalam meningkatkan derajat hidup masyarakat. Karena itu
semua Negara berupaya menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya.
Pelayanan kesehatan ini berarti setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau
bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan
kesehatan, mencegah dan mengobati penyakit, serta memulihkan kesehatan
perseorangan, kelompok ataupun masyarakat. Untuk meningkatkan
pelayanan kesehatan dalam suatu rumah sakit sendiri dibutuhkan seorang pemimpin
untuk mengatur segala yang akan ingin dicapai.
Pemimpin
dan kepemimpinan merupakan seni dan keterampilan seseorang dalam memanfaatkan
seseorang dalam memanfaatkan kekuasaannya untuk memengaruhi orang lain, agar
melaksanakan aktivitas tertentu yang diarahkan pada tujuan yang telah
ditetapkan. Dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi tertentu, seseorang
pemimpin harus melakukan upaya perubahan karakter. Berdasarkan
hasil pengamatan yang seksama, terdapat sembilan kualitas kunci dalam diri
seorang pemimpin yang sukses meningkatkan motivasi pekerja, tentunya tanpa
mengenyampingkan faktor budaya, yakni: gairah, ketegasan, keyakinan, integritas,
adaptasi, ketangguhan emosional, resonansi emosional, pengenalan diri dan
kerendahan hati (Affif, 2013). Dalam pencapaian tujuan perusahaan banyak
unsur-unsur yang menjadi hal penting dalam pemenuhannya, diantaranya adalah
unsur kepemimpinan atau pemimpin. Kinerja karyawan yang
tinggi sangatlah diharapkan oleh sebuah organisasi atau instansi. Semakin
banyak karyawan yang mempunyai kinerja tinggi, maka produktivitas instansi
secara keseluruhan akan meningkat sehingga organisasi atau instansi akan dapat
bertahan dalam persaingan global.
2.
Tujuan
Tujuan
dari penelitian artikel tersebut yaitu untuk mengetahui pengaruh gaya
kepemimpinan kepala puskesmas terhadap kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Peureulak
Barat. Dikarenakan Berdasarkan survei awal yang dilakukan, terlihat bahwa gaya
yang digunakan para pemimpin adalah interaksi pemimpin dengan bawahannya, namun
gaya tersebut tidak digunakan dengan baik sehingga terlihat pada 10 tenaga
kesehatan Puskesmas Peureulak Barat, 6 tenaga kesehatan diantaranya memiliki
kinerja yang rendah, hal ini terlihat dari tenaga kesehatan ada sering absen
kerja, kerja yang setengah hati, pulang kerja tidak sesuai dengan jadwal yang
ditentukan dan ada beberapa tenaga kesehatan yang bermalas-malasan dalam
bekerja.
3.
Hasil
dan Pembahasan
Hasil
dari penelitian yaitu Variabel gaya kepemimpinan transaksional memiliki nilai
sig-p 0,016 < 0,05 artinya gaya kepemimpinan transaksional memiliki pengaruh
secara signifikan terhadap kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Peureulak
Barat Kabupaten Aceh Timur tahun 2018. Selanjutnya dari hasil nilai Odds Ratio
(OR) variabel gaya kepemimpinan transaksional memiliki nilai OR 9,839 maka gaya
kepemimpinan transaksional yang baik, memiliki pengaruh terhadap kinerja tenaga
kesehatan sebanyak 9,839 kali lipat di bandingkan gaya kepemimpinan
transaksional yang kurang. Hal tersebut menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan menunjukkan
bahwa gaya kepemimpinan transaksional bepengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan kerja. Kepemimpinan transaksional merupakan model gaya
kepemimpinan dengan cara memusatkan pada pencapaian tujuan atau sasaran, namun
tidak berupaya mengembangkan tanggung jawab dan wewenang bawahan demi kemajuan
bawahan (Hartanto, 2014).
Menurut
beberapa jawaban dari hasil wawancara didapatkan hasil bahwa gaya kepemimpinan
transaksional merupakan gaya kepemimpinan yang memiliki pengaruh terhadap
kinerja tenaga kesehatan. Hal ini dikarenakan pemimpin transaksional
memperkenalkan apa yang diinginkan bawahan dari pekerjaannya dan mencoba
memikirkan apa yang akan bawahan peroleh jika hasil kerjanya sesuai dengan
transaksi. Pemimpin menjanjikan imbalan bagi usaha yang dicapai, dan pemimpin
tanggap terhadap minat pribadi bawahan bila ia merasa puas dengan kinerjanya, dengan kata lain gaya Gaya
kepemimpinan transformasional menjadikan para pengikut merasakan kepercayaan,
kekaguman, kesetiaan dan penghormatan terhadap pemimpin dan mereka termotivasi
untuk melakukan lebih daripada yang semula diharapkan dari mereka (Muttaqin,
2016).
Gaya kepemimpinan transformasional dan pengembangan
SDM merupakan suatu hal yang tidak dapat diabaikan untuk memaksimalkan kinerja
perawat. Penggunaan gaya kemimpinan yang tepat akan membuat organisasi semakin
membuat bergairah. Adanya pimpinan yang menginspirasi bawahan dan memotivasi
akan meningkatkan kinerja perawat.
4.
Kesimpulan dan Saran Kesimpulan
Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh
gaya kepemimpinan, transaksional, transformasional dan situasional dengan
kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur
tahun 2018.
Adapun
saran untuk hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang
kualitas kepemimpinan yang maksimal untuk meningkatkan kualitas kinerja tenaga
kesehatan di Puskesmas sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil suatu
kebijakan lebih lanjut.
No comments:
Post a Comment